Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Lengan-Lengan Nyonya

Adanya pagi yang datang bersama fajar tak aku mengerti Bahwa padanya setiap nyonya menggantung asa lewat lengan-lengan yang dikayuh sempurna tanpa harus banyak syarat, kecupan keninglah cukup Sampai saat fajar sudah bertengger di puncak kelelahan yang sengit Pulanglah lengan-lengan itu bersama peluh bukti bahwa dirinya tak berhenti sebelum ini Sang nyonya sudah sejak pagi menaruh tubuhnya di balik panas api yang membakar besi-besi penanak asam yang hanya sebesar jari manisnya Lalu memeluk yang pulang untuk jangan luput memahami keadaannya "Mari aku tuangkan untukmu" Setelah sujud bersama nyonya yang belum melepas rindunya lengan-lengan ini sudah saja dipanggil terik yang lelah menunggu tanpa karibnya Satu bulan lagi Setelah hari ini ada secarik kertas di atas meja makan "Hari ini akan ada penyembuh hatimu" "Aku akan datang bersama yang lain"