Berjingkrak di atas peti mati Penanda girang dan kesal pada tubuh yang sudah lupa akan jasad tertinggal Gajinya tak kau beli atau kulit setengah matang itu tak kau jilati kala masih hidup Kau giat menghisapinya hingga tiada tersisa keringat bacinnya kini? Ah, Kau! Lalu untuk apa selama ini Untuk perut atau lutut Ya! Itu bukan urusanku. Tapi cobalah lihat peti mayat tempatmu berjingkrak Empunya sudah geram sejak pukul 05.00 tadi Masih kau enggan berlalu membuat tenang pada hati yang mati Sejak pukul 05.00 juga Aku dan anakmu melihatmu hanya menggeleng sedikit karena tak ingin membangunkan empunya peti Pukul 05.00 nanti Ku harap kaupun dalam peti mati bersama empunya peti mati Ah, pukul 05.00 Bukankah aku baru saja bermimpi?