Wasiat
Matilah Kau!
Seperti anjing hitam
yang ku gebuk tengkuknya
kemarin sore di ladang gandum.
Bagi kalian yang belum mati
bersiaplah menjilati darahmu sendiri karena
pisauku kini sudah berubah menjadi
parang yang lebih kuat dari bantalan rel kereta
dan lebih lentur dari tahu bacem buatan Mbok Sainem.
Bagi kalian yang sekarat
cepat-cepatlah mati
karena lubang-lubang yang ku gali sudah lapar
menunggu kalian memasukinya tanpa busana
Cacing-cacingnyapun sudah mulai melebarkan mulut
supaya ketika Kau masuk
tak lama kaupun akan
menghilang bersama kotoran
yang mereka keluarkan
Untuk yang sudah mati jangan menangis
Cukuplah tertawa seperti
saat kau mengunyah apa
yang ingin kau kunyah di dunia
Seperti anjing hitam
yang ku gebuk tengkuknya
kemarin sore di ladang gandum.
Bagi kalian yang belum mati
bersiaplah menjilati darahmu sendiri karena
pisauku kini sudah berubah menjadi
parang yang lebih kuat dari bantalan rel kereta
dan lebih lentur dari tahu bacem buatan Mbok Sainem.
Bagi kalian yang sekarat
cepat-cepatlah mati
karena lubang-lubang yang ku gali sudah lapar
menunggu kalian memasukinya tanpa busana
Cacing-cacingnyapun sudah mulai melebarkan mulut
supaya ketika Kau masuk
tak lama kaupun akan
menghilang bersama kotoran
yang mereka keluarkan
Untuk yang sudah mati jangan menangis
Cukuplah tertawa seperti
saat kau mengunyah apa
yang ingin kau kunyah di dunia
Komentar
Posting Komentar