Pawit; Kesumat

Menggebu dan terburu
langkah pagi buta miliknya
yang biasanya tak biasa
tangannya memeluk sabit
telah diasah
erat
mengejar
memburu
sampai tak berkedip lagi
mata belok itu
mengejar
Siran lari
ke sawah

Kekasihnya dijual
di gubuk
pematang sawah
dusun sebelah
Siran pelakunya
kakak kandung
kekasihnya

Harganya cukup
untuk beli beras
dua karung
dua ribu
dikali
dua ribu
padahal
belum pernah terbuka

Beda dengan di kota
biasanya
bisa dua puluh kali
ini desa
katanya; pembeli
waktu penentuan
harga

Dulu pernah
Siran
menjual
dengan harga sama
si tetangga
masih belia
ranum juga
manisnya digoda
tapi ditambah kentang
beberapa karung
Bapaknya diam

Saudari kandungnya
=
dua karung beras
la da lah
Siran

Pawit beda
nggak mau diam
Sabitnya
makin mengkilap
"Ku sumbat lehernya
Supaya matanya tak lagi menghasut
supaya mulutnya tak kembali merenggut
supaya pikirannya tak lagi buat kusut perut"

Saya nonton
di balik pohon
dekat gubuk
pematang sawah
cuma pakai sarung
sebab belum
pulang
sejak semalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagus Menghabisi Dosen