Anne, adalah wanita berumur seperempat abad. Berkiprah sebagai ibu tiriku. Pertama kali aku bertemu pada saat ayah membawanya turut serta dalam acara sekolah pada saat aku pentas drama dan ayah memperkenalkannya padaku. Beberapa kali aku sempat bertemu dengannya di tempat aku dan teman-teman biasa menikmati kopi putih. Ia selalu bersama laki-laki yang sama mudanya dengannya. Kini ia telah resmi menjadi anggota keluarga setelah dinikahi ayah dua bulan yang lalu dan mendapat gelar istri, tentunya itu diberikan hanya oleh ayah. Aku sendiri memberinya gelar ibu ditambahi tiri dengan nada sedikit lebih pelan dibandingkan pada saat aku menyebut dia dengan kata ibu. Darmansugi. Dia adalah duda beranak dua, aku dan Sari, adikku. Dia juga adalah laki-laki yang telah menjadakan istrinya. Beberapa kali aku sempat memintanya untuk menjemput istrinya kembali. Tapi ia selalu mengatakan tak aka nada lagi janda itu menatap wajahnya. Bukan ia yang enggan, tapi karena memang mantan istrinya itu s...