LIMA ENAM

Kali waktu hasrat
Menunda nama tersimpan
Dari datangnya suara
Menimbul rasa pada siapa
Raga tertera mata
Pandang biru seri nun
Jauh membungkukkan hati

Sudut waktu menunggang galah
Menusuk entah menyusup
Dengan keris di balik tangan
Dengar takdir di sangkar
Vas berenda merah saga

Si hitam telah lupa
Lima atau enam
Yang terluka
Tergilas roda kata
Menitik mayat sudut jiwa
Raganya terlupa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen