Kentut Tak Pernah Dtang Sendiri
Datang tak dijemput pulang tak diantar menjadi sebuah kalimat saat orang-orang yang suka dunia roh dan dunia percobaan ingin menghadirkan makhluk yang sebetulnya tak pernah ingin dihadirkan. Setelah hadir eksperimen dilanjutkan. Siapa yang datang? Di mana rumahmu? Bagaimana bisa jadi roh gentayangan? Tapi beda pertanyaan jika yang datang adalah angin yang berasl dari dalam tubuh. Siapa yang kentut? D ia itu yang kentut. Makan apa bisa sebau ini? Ah, memang kentut tak akan pernah datang sendiri. Ia daatang bersama nada, aroma, pertanyaan, terkadang juga pertanyaan yang mencaci. Dari mereka, yang datang bersama kentut, nada dan aroma selalu membuat orang risih, marah. Mereka juga sering merusak suasana. Bagaimana tidak, si empunya kentut terkadang malah mengeluarkannya dengan nada keras, dengan aroma yang mengganggu indra penciuman. Selain merusak suasana, ini juga terkait dengan etika. Apalagi jika sedang bersama orang banyak di dalam ruangan. Memang tidak ada undang-unda...