Tetap Ku Katakan
Kau pikir ini jalan nenek moyangmu Ingat! Akupun menyumbang keringat di sini dan beberapa rupiah Yah, memang kau kepala disini Kan, baru saat ini Apa lantaran ini, kau semena-mena mencaci tanganku yang mulai kotor perutku yang mulai keriput mataku yang mendelik melihat bubur tumpah di selokan rambutku yang tak pernah gundul Aku hanya berjalan Kenapa mukamu masam Nafas jengahmu tersengal dan jari lentik berototmu menyapukan kotoran di kepalaku Kau kira kura yang menelusupkan kepalanya ke dalam tempurung Aku tak akan lari atau menunduk Aku ingin sekali mengumpatmu Agar otakmu yang rusak sedikit kau perbaiki Nantinya dapat kau gunakan dengan baik Baju compang bukan karena aku tak ingin membeli Celanaku camping bukan tak ingin mengganti tapi ini pemberian Tuhan kau dititipi-Nya kau telan sendiri Sekali lagi Aku hanya berjalan Kalau memang tak suka Jalanmu ini tutup saja Katanya kau pintar ternyata tak jauh beda denganku yang kau pikirkan hanya perut Aku juga minta maaf jalanmu telah kotor ...