05.00

Berjingkrak di atas peti mati
Penanda girang dan kesal
pada tubuh yang sudah lupa akan jasad tertinggal

Gajinya tak kau beli
atau kulit setengah matang itu tak kau jilati
kala masih hidup
Kau giat menghisapinya
hingga tiada tersisa keringat bacinnya
kini?

Ah, Kau!
Lalu untuk apa selama ini
Untuk perut atau lutut

Ya!
Itu bukan urusanku.
Tapi cobalah lihat peti mayat tempatmu berjingkrak
Empunya sudah geram sejak pukul 05.00 tadi
Masih kau enggan berlalu
membuat tenang pada hati yang mati

Sejak pukul 05.00 juga
Aku dan anakmu melihatmu
hanya menggeleng sedikit
karena tak ingin membangunkan empunya peti

Pukul 05.00 nanti
Ku harap kaupun dalam peti mati
bersama empunya peti mati

Ah, pukul 05.00
Bukankah aku baru saja bermimpi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen