Mata Merah

Mata merah menjelang malam
Terasing di antara warna kelam
Sampai pada titik yang tak pernah temui kebutaan

Yang di ujung hanya tertarik untuk tak memuja
Yang di tengah ternganga tanpa suara getarnya
Yang di pangkal lalu terjerembab pada kelalaian terdahulu

Terakhir siang tadi
Mata merah terkantuk
Sang elang memudarkan pandangnya pada rutan
Lalu bersama si Mata merah menjerembabkan diri di ladang batu

Matilah aku
Tak pernah tahu kesungguhannya memeluk impiku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen