Curahan Hening

Menitik sedikit waktu
Kala untaian tinta melucuti putihnya kertas
Sebutir embun membusung
meniupi pucuk dedaunan kuning
Dan
Tanpa lagi mengerti
Asap mengepul menggemakan
suara dari kejauhan

Pada kaki langit
Sekujur tubuh bersandar dan
menutup rapat kedua
hidungnya
Seperti kicauan di dalam karung
mengutuk pejalan lusuh

Api mulai dingin
bak minus kutub utara
Si kura jadi menara
Si Kecil jadi merpati
yang
Besar tetap menanggapi
Para buruh pencari nuklir hitam

Di sudut biru
ada kawanan srigala bergigi putih dan rapi
di sudut merah
ada kambing bergigi runcing
Daging cacing menu utama
daging sapi mual di rongga

Benderang jalanan batu kerikil
putung rokok jadi abu
Nama-nama meminjam batu nisan
Pelayat meminjam celana
Jin dan setan telanjang
bulat

Kalau rumah jadi tanah
yang angin jadi
belerang mati
dua kandidat duduk
bersama memaki rakyat
BODOH
seraya memberi lembaran kertas
gambar wajah dua tuli

Jangan lupa
pilih dua orang yang
ada di gambar sana
nanti tidak ada rugi
"KALAU"

Sudah akhirkan saja
dari semua jerit di belakang
nanti kita ceritakan
lagi
pada kawan atau nuri
Dan kaki atau tangan
di seberang sungai kuli
sedikit tali kayu
dan rumput hijau
Dalam karung goni
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen