Tangan kirinya berlumuran darah segar. Amis dan menusuk hidung. Tangan kanan bersih. Matanya marah. Bibirnya gemetar. Dia berdiri tegap di depan ruang dosen menghadap keluar. Melihat sekeliling. Sedang yang lain hanya bisa duduk gemetar sambil berteriak ketakutan. Mahasiswa ini lalu berjalan gontai menuju toilet di sebelah ruang dosen. Berhamburanlah yang sejak tadi hanya duduk gemetar. "Apa yang baru kamu lakukan, Gus?" temannya bertanya sambil terus merapatkan badannya ke dinding yang dicat kuning itu. "Iya apa?" yang lain mendukung dengan serempak. "Gus, sadar." Bagus menjawab dengan nada ringan, "Kalian lihat saja sendiri." Tak berapa lama. Kemudian datang beberapa anggota keamanan mengacung-acungkan senjata laras pendek-panjang dan ambulans. Segera saja mereka masuk hendak menyergap Bagus. Bagus dilumpuhkan dengan timah hangat, begitu yang dirasakan Bagus. Padahal Bagus tak melawan atau mencoba kabur. Tapi tiba-tiba saja te...
Komentar
Posting Komentar