Bunuh Diri
Aku ingin, melihatmu
bergantung pada tali
Terikat antara atap-lantai
Wajah tentu berubah
seiring keluarnya lidah
tanpa meronta, pasrah
Dua bola hitam putih melotot
menunjuk kuatnya otot
Di ujung sengal yang kian raib
Di sudut pandang, emakmu teriak
melontar ucap, menitik kasih
pipinya merah, juga hidung
Bapakmu hanya mampu melepas tali
Terpandanglah demikian tetap
Sembari memerah mata
Kau telah tiada sejak pagi
hanya karena maki
Yang terlontar
bergantung pada tali
Terikat antara atap-lantai
Wajah tentu berubah
seiring keluarnya lidah
tanpa meronta, pasrah
Dua bola hitam putih melotot
menunjuk kuatnya otot
Di ujung sengal yang kian raib
Di sudut pandang, emakmu teriak
melontar ucap, menitik kasih
pipinya merah, juga hidung
Bapakmu hanya mampu melepas tali
Terpandanglah demikian tetap
Sembari memerah mata
Kau telah tiada sejak pagi
hanya karena maki
Yang terlontar

Komentar
Posting Komentar