Harus Apa?
Orang di luar sering bilang, "Mahasiswa adalah kaum intelektual", terkadang kita sendiri juga berkata dan sepakat demikian. Saya kira kitapun sepakat bahwa tidak hanya semata-mata karena nilai kita kuliah tetapi pengetahuan yang lebih yang kita inginkan. Pada konteks saat ini, kita lebih mementingkan nilai yang entah dipandang dari sudut mana ia akan memiliki harga jual mahal ketimbang pengetahuan dan kemampuan. Pada saat nilai A=100, orang akan selalu berpikiran bahwa nilai itu didapat setara dengan pengetahuan dan kemampuan. Benarkah demikian? Siapa yang akan menjawab benar dan siapa yang akan menjawab tidak benar?
Proses dan hasil sama-sama penting. Namun, jika hasil yang didapat sesuai dengan proses yang dilakukan dan dilewati, kenapa muncul berbagai keluhan dan protes?
Tidak terima mendapat nilai kecil.
Setiap kali ada pertanyaan, "Kenapa kamu rajin kuliah?". Banyak jawaban "Biar saya punya pengetahuan dan mengasah kemampuan saya tentunya".
Apa pengetahuan yang sudah kamu dapat? Apa kemampuan kamu? Kemudian hanya dapat tertunduk dan menggelengkan kepala, bertanda bahwa kita tidak mengerti dengan apa diri sendiri.
Apapun yang dilakukan, apapun yang dihasilkan, sesuaikan dengan diri. Jangan samapai apa yang kita lakukan bertolak belakang dengan hasil yang diinginkan. Karena selalu ada kekecewaan dan penyesalan ketika hasil yang didapat tak sesuai dengan yang dinginkan sebelumnya. Masalah.
Menilai diri sendiri mulai dari sekarang. Susun dengan baik apa yang menjadi keinginan saat ini dan nanti.
Obrolan kecil dengan teman sangat bermanfaat. Tidak hanya obrolan tentang barang apa yang kita beli hari ini, tapi bagaimana kemampuan yang dimiliki sudah diasah. Apakah salah jika orang yang bekum benar memberikan masukan? Tidak ada salahnya, ia ingin menjadi benar sambil berjalan. Ia selalu berpikiran kapan ia kan berbuat baik jika tidak saat ini. Jika ia menunggu benar, kapan ia akan benar? Orang satu dan yang lain tentu berbeda memandang.
Proses dan hasil sama-sama penting. Namun, jika hasil yang didapat sesuai dengan proses yang dilakukan dan dilewati, kenapa muncul berbagai keluhan dan protes?
Tidak terima mendapat nilai kecil.
Setiap kali ada pertanyaan, "Kenapa kamu rajin kuliah?". Banyak jawaban "Biar saya punya pengetahuan dan mengasah kemampuan saya tentunya".
Apa pengetahuan yang sudah kamu dapat? Apa kemampuan kamu? Kemudian hanya dapat tertunduk dan menggelengkan kepala, bertanda bahwa kita tidak mengerti dengan apa diri sendiri.
Apapun yang dilakukan, apapun yang dihasilkan, sesuaikan dengan diri. Jangan samapai apa yang kita lakukan bertolak belakang dengan hasil yang diinginkan. Karena selalu ada kekecewaan dan penyesalan ketika hasil yang didapat tak sesuai dengan yang dinginkan sebelumnya. Masalah.
Menilai diri sendiri mulai dari sekarang. Susun dengan baik apa yang menjadi keinginan saat ini dan nanti.
Obrolan kecil dengan teman sangat bermanfaat. Tidak hanya obrolan tentang barang apa yang kita beli hari ini, tapi bagaimana kemampuan yang dimiliki sudah diasah. Apakah salah jika orang yang bekum benar memberikan masukan? Tidak ada salahnya, ia ingin menjadi benar sambil berjalan. Ia selalu berpikiran kapan ia kan berbuat baik jika tidak saat ini. Jika ia menunggu benar, kapan ia akan benar? Orang satu dan yang lain tentu berbeda memandang.

Komentar
Posting Komentar