Tahukah Kamu

Tahukah kamu?
Sepi menggerogotiku
menghantam benakku
menyayat khayalku
menusuk citaku
membunuh rasaku

Lalu pergi
dengan langkah terhuyung
Tanpa menoleh
Tak peduli
pada mata yang berkaca
teteskan cairan pilu

Tahukah kamu?
Pedih merayuku
membelai riaku
memeluk bahagiaku
mencium senyumku

Lalu lenyap
tak terlihat

Tahukah kamu?
Aku telah melontar kata
membuang asa
Lalu, menutup mata
selamanya

Bandarlampung, 17 Oktober 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen