Puisi Berhelai

Malam itu ia datang. Di tangan kanannya membawa beberapa helai kain.
"Bagaimana puisimu?" tiba-tiba saja ia bertanya tentang puisi.
"Aku sudah tidak lagi menulis puisi. Jiwaku sudah kau ambil untuk tidak lupa pada kitab suci yang kau beri".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen