Alasan Apa, Lagi


Di luar memang lebat, hujannya
berlubang jalanan berair
masih juga ada peneduh, gedung-gedung
payung-payung, warung-warung
Jalanmu bisa sedikit-sedikit, sebentar-sebentar


Di sana memang tidak ada kertas putih, kosong
tentu ada celah di balik kata
Pengisinya adalah kau
Penuntunnya masihlah kau


Pintu di rumah Presiden memang tertutup
Kau juga pelompat pagar bukan?
Pastinya sudah biasa untuk ini
Penjaga peminum kopi
atau susu saat malam nanti


Lalu apa lagi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen