Lengan-Lengan Nyonya

Adanya pagi yang datang bersama fajar tak aku mengerti
Bahwa padanya setiap nyonya menggantung asa
lewat lengan-lengan yang dikayuh sempurna
tanpa harus banyak syarat, kecupan keninglah cukup

Sampai saat fajar sudah bertengger di puncak kelelahan yang sengit
Pulanglah lengan-lengan itu bersama peluh bukti bahwa dirinya tak berhenti sebelum ini
Sang nyonya sudah sejak pagi menaruh tubuhnya
di balik panas api yang membakar besi-besi penanak asam yang hanya sebesar jari manisnya
Lalu memeluk yang pulang untuk jangan luput memahami keadaannya
"Mari aku tuangkan untukmu"

Setelah sujud bersama nyonya yang belum melepas rindunya
lengan-lengan ini sudah saja dipanggil terik
yang lelah menunggu tanpa karibnya

Satu bulan lagi
Setelah hari ini ada secarik kertas di atas meja makan
"Hari ini akan ada penyembuh hatimu"
"Aku akan datang bersama yang lain"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen