Aku Tak lagi Bermimpi

Aku Tak lagi Bermimpi


Nanti kau akan mengerti, sayang
akar tak sekuat dalam angan
menyela dalam terpa badai
menghambat bandang di padang ilalang

Setiap kali burung camar bernyanyi
kita berdua hanya terpaku untuk sekadar mengagumi
sayang, tanpa bait puisi yang ku terima darimu
untuk ku petik menjadi lagu
ku taruh dalam ingatan tertatih untuk terlatih

Kau juga tahu
Bukit hijau tak selamanya indah di dalam
Kepudang betina berlarian menghinggapi
pucuk pohon damar tua
Takut untuk tetap tinggal
hingga tak lagi meregenerasi indah bulu kuning miliknya
sampai ia di panggkuan, kembali

Ku sebut mawar merah dalam percakapan
siang ini di gubuk reot berdinding tembok
bersama Bangau yang lara
menghilangkan keluhan
Menyeruput wedang jahe
hangat menyeruak lewat tenggorokan yang kembali lancar

Jadi, nanti kita akan kepada tanah subur
di balik bukit beralam sakti
Bercumbu untuk sekadar bercerita
"Semalam aku tak lagi bermimpi."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen