Kita Masih Belum Mencinta

Kita Masih Belum Mencinta


Sudah sepetang ini. Dan kamu masih belum mencintai saya. Lalu saya terpejam untuk menyambut esok.
Sudah sepagi ini. Dan kamu masih belum mencintai saya. Lalu saya bergegas berkelana.
Sudah sesiang ini. Dan kamu masih belum mencintai saya. Lalu saya berhenti sejenak menenggak peluh.
Sudah sesore ini. Dan kamu masih belum mencintai saya. Lalu saya peluk senja di bawah guyuran air hujan.
Sudah sepetang ini, lagi. Dan kita masih belum mencinta. Lalu saya putar memori untuk menanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen