Dalam Mimpi

Setiap kali saya ingin menulis tentang kamu di sini, rasanya seperti ada bban berat yang harus saya singkirkan. Tapi, malam ini saya mencoba menghilangkan apa yang saya rasa itu berat. Karena memang, kamu bukan sekadar untuk dikenang dalam angan, dalam pikiran. Kamu harus dikenang dalam langkah dan hati, karena kamu adalah salah satu keindahan yang tercipta bagi saya.
Siang tadi. Saya, mengistirahatkan tubuh. Memejamkan mata supaya tenaga dan pikiran untuk sementara tidak bekerja. Tapi tidur kali ini ternyata membawa sesuatau yang tidak terduga sebelumnya. Kamu datang dalam pikiran. Kamu datang dengan segala keindahan sudah lama tidak pernah saya nikmati. Yang sudah lama tidak pernah saya rasakan. Kamu juga tidak sekadar datang. Kamu seperti memberi harapan, memberi semangat kepada saya untuk tetap menunggu dan mengejar kamu supaya kamu kembali ke sini. Walaupun saya juga tahu, itu hanya sekadar mimpi di dalam tidur siang panjang hari ini.
Seperti di dalam mimpi ini yang saya harapkan. Kamu selalu tersenyum dengan senyuman paling manis, terlihat cantik, terlihat bahagia dalam kebersamaan bersama saya. Selalu, ini yang menjadi harapan besar. Kamu duduk di belakang saya. Kamu juga selalu di samping saya. Tapi, ternyata itu tidak lama. Tiba-tiba kamu hilang. Kamu pergi dan saya tidak tahu kapan dan ke mana kamu pergi. Saya mencari ke mana-mana. Lama. Tapi kamu tetap tidak ada.
Ternyata saya baru saja selesai bermimpi. Bangun untuk melaksanakan ibadah. Kemudian saya berdoa, supaya kamu bisa hadir dalam hidup saya seperti di dalam mimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen