Melukismu adalah Semu

Malam ini aku ingin mendekapmu
Sebab melukismu adalah semu
yang membuatku rindu
dengan kemerahan gincu bibirmu
juga hitam merang bakar pada rambutmu
Menghirupku dengan membelai lembut
Yang nikmatnya membuat dahiku mengkerut


Apa kabar janji siang kemarin
Sehingga kamu jadi pengantin
Lalu aku meringkuk di samping lilin
Tak sadar kau telah punya Andin
Umurnya sepuluh persen umurku
saat melihatnya aku terpaku
wajahnya seperti kau tempo dulu

Lalu seperti apa sisa perapian
Di sini hati merasa kesepian
yang tiada lagi membawaku ke tepian
jurang jurang antar kerikil
semburat senyummu jadi menggigil
Aku jadi seperti kutil
sebab melukismu adalah semu
yang membuatku rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawit; Kesumat

Bagus Menghabisi Dosen